Berita

KumparanBisnis. Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin, Ignatius Warsito, menyebut, nilai pasar industri ini mencapai Rp 700 triliun. Indonesia ditargetkan mampu menjadi 15 besar pemain industri farmasi pada tahun 2025. Visi ini dipatok dalam rangka mengincar besarnya potensi pasar di sektor kesehatan ini. "Dengan visi 15 besar kekuatan utama industri farmasi dunia pada 2025, dengan nilai pasar Rp 700 triliun," ujar Ignatius dalam Indonesia Development Forum 2022 IDEA Series: Innovate, Kamis (7/7).

Pemerintah menyiapkan 4 pilar utama dalam rangka mengejar target tersebut. 4 pilar tersebut yakni mengembangkan sektor bio-pharma, kemudian vaksin, bahan obat tradisional, serta chemical api. Penguatan keempat program ini, kata Ignatius, sekaligus dapat mendukung visi penguatan program jaminan kesehatan nasional. "4 pilar ini dapat mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat, untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan dan akses terhadap fasilitas kesehatan," pungkasnya. Di samping itu, visi ini juga diyakini dapat mendongkrak ekspor produk farmasi serta menambal substitusi impor bahan baku obat yang masih cukup besar sampai saat ini. "Dengan memperhatikan ciri khas industri kimia yang padat modal, padat bahan baku, nilai investasi besar, risiko dari sisi keselamatan, serta persaingan ketat dari sisi bisnis, pemerintah dituntut berperan memfasilitasi investor mensukseskan pengolahan bahan kimia yang berdaya saing," ujarnya.

Share:
Komentar (0)

There are no comments yet

Tinggalkan komentar di sini!